MENDENGAR
Sedikit orang yg gw kenal mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang yg gw kenal Lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung gw juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, gw kudu dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan, kudu tatap wajahnya ga boleh menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Dan mebiarkan dia menuntaskannya. Ini memudahkan dia memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan diri sendiri, tapi lebih dari segalanya didalam hati gw diam juga bisa menunjukkan kecintaan gw pada seseorang karena memberinya "ruang", terlebih jika sehari-harinya gw sudah terbiasa gemar dinasihati, diatur, dikritik bahkan diomeli.
KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi dia hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan gw. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." bukan itu yg gw maksud lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberikan kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang gw putuskan atau lakukan.
TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering dia memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan gw. Seolah-olah tidak ada yang benar dari diri gw dan kebenaran mutlak hanya padanya. Kali ini gw berharap coba kasih tanggapan positif ke gw dengan jelas dan jelas, cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir gw mengucapkan terima kasih atas
segala hal yang dilakukannya demi gw. Dan ingat pula, pernahkah dia memuji gw. Kedua hal itu yg utama buat gw, ucapan terima kasih dan pujian ( dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yg sering dia lupakan buat gw.
KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai Menjadi cekcok yang hebat. Hanya gw yg slalu harus pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila dia memikirkan hal itu, berarti gw yg harus siap memberikan kado " kesediaan mengalah" Okelah, gw mungkin kesal atau marah tapi apa gw salah kalo seperti itu? Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak gw menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
- CC -
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
Che... tulisanmu ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat gw. Mungkin gw ini orangnya emang egoiz banget, possesif. Makasih, gw akan mencoba membenahi diri, terutama sikap pada cewek gw.
walah walah makacih deh kalo geto jade seneng deh ada yg bilang tulisan gw jade plajaran hehe btw ini sapa yak yang komen??? hahaha *brakkkkkk*
- CC -
Posting Komentar